Showing posts with label Inspiring Stories. Show all posts
Showing posts with label Inspiring Stories. Show all posts

Tuesday, September 16, 2014

Sekilas Hari Ini

Hi guys, bersyukur buat setiap kasih setia Tuhan yang aku rasakan hari ini. Di sini, aku mau berbagi beberapa hal yang aku alami.
Semua orang memiliki masalah. Yap, itu benar. Komposisi setiap masalah itu berbeda-beda dan sudah diatur sebenarnya di Alkitab bahwa kapasitas masalah yang dimiliki berbeda-beda juga. Kenapa? Karena Tuhan tahu masalah yang dipegang orang tersebut tidak boleh melebihi kekuatan mereka. Dalam benakku, sempat aku berpikir, apa benar seperti itu? Pertanyaan itu mengusik hati dan pikiranku. Aku berada di suatu titik di mana aku benar-benar lelah dengan semua yang terjadi. Semua masalah itu menumpuk dan menjadi beban yang berat. Pundakku tidak bisa menahan semua itu. Pikiranku terganggu, resah, gelisah, takut, cemas dan mulai bertanya kapan semua ini berakhir. Aku sadar aku adalah salah seorang yang memiliki koping yang tidak efektif ketika aku menghadapi suatu masalah. Tembok yang ada di depanku terasa begitu tinggi. Mungkinkah aku bisa melompati tembok itu? Bisakah aku melewatinya? Seberapa besar kekuatanku? Terlalu banyak hal yang ada dalam pikiranku ini dan tanpa aku sadari, hal itu mengganggu kesehatanku.  Apakah keadaanku berubah ketika aku hanya memikirkan semua itu? Tidak, semua hal yang kupikirkan itu malah membuatku semakin gugup menghadapi hidup. Dalam kegelisahan itu, aku teringat ayat yang terdapat di Mazmur. Tuhan adalah kekuatanku dan kota bentengku. Dialah yang memelihara hidupku. Apakah yang perlu kutakutkan? Kasih-Nya yang besar melingkupiku. Dalam keterpurukkan itu, aku tersadar bahwa aku adalah anak-Nya. Yang dikasihi-Nya. Dia ingin berbicara padaku. Dia ingin aku berbagi dengan-Nya. Dia ingin aku percaya pada-Nya. Dia ingin aku menyerahkan beban yang berat itu. Dia ingin aku selalu di dekat-Nya sama seperti Dia yang selalu didekatku. Dia ingin aku tidak mengandalkan diriku. Dia tidak ingin aku melangkah sendiri. Dia tidak ingin aku menggunakan kekuatanku. Dia tidak ingin aku mengabaikan-Nya. Dia tidak ingin aku tersesat. Dia tidak ingin aku jatuh bahkan terlalu dalam. Dia tidak ingin aku dalam keterpurukan. Dia tidak ingin aku menghakimi diriku sendiri. Tapi, yang Dia inginkan adalah bahwa aku tahu kalo Dia tetap mengasihiku, apa adanya, tanpa batas, tidak terukur waktu, dan tidak pernah berubah.
Aku sangat bersyukur karena kebaikan-Nya. Dan hanya bisa bersyukur.

Sunday, July 20, 2014

Sekilas Inspirasi

Selamat soreee dan selamat hari Minggu.
Selamat ibadah dan bergereja buat semua yang beribadah.
Bangun dari tidur siang sejenak yang kulakukan karena kelelahan serta teriknya matahari membuatku kurang bergairah untuk beraktifitas. Setelah terbangun, aku berfikir sejenak tentang kegiatan yang aku lakukan selanjutnya. Yappp, membuka laptop menjadi pilihan terbaik saat ini.
Ketika aku membuka laptop, akhirnya aku memutuskan untuk memembuka facebook.
Tak kusangka saat menjelajah home fbku, aku menemukan note dari seniorku yang sangat menarik.
Aku membaca dengan perlahan-lahan meskipun ada beberapa kata yang kurang kumengerti. Tapi dari semuanya itu, aku bisa menarik suatu kesimpulan.
 Dia memiliki hati untuk berbagi pengalamannya kepada orang lain. Secara tidak sadar, aku mengingat kembali pada keadaan di mana aku melakukan hal yang sama. Selain, itu note yang sangat memberkatiku. Segala keadaan yang terjadi pasti ada sebabnya. Yakin ataupun tidak, itu terjadi supaya kita bisa lebih dekat kepada Pencipta kita. Menaruh pengharapan dan terjadi perubahan hidup ketika di dalam-Nya. Memiliki hati untuk berbagi kepada orang lain, hal yang sangat jarang dilakukan. Tapi tidak jarang orang berbagi untuk menggosip ataupun menjelek-jelekkan orang. Pada tahap ini bukan itu yang saya maksudkan.

Berbagi kepada orang lain. Hmmm, berbagi kabar sukacita itu bahwa ada keselamatan yang disediakan oleh seorang pribadi, yaitu Yesus Kristus. Menceritakan segala kebaikan dan pengorbanan-Nya. Selain itu, di dalam pribadi-Nya, kita bisa dikuatkan dalam menjalani hidup karena Dialah sumber kekuatan dan pengharapan yang sejati. Sekalipun, saat ini keadaan yang di depan hidup kita tidak seperti yang diharapkan. Tapi percayalah, Tuhan mampu mengubahkannya.
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
Mungkin kalimat ini terlihat simple, tapi semuanya menjadi sulit ketika dilakukan karena tidak adanya kepercayaan, keraguan yang timbul, dan menimbang-nimbang dengan pemikiran sendiri akan kesenangan yang didapat dengan pengandalan diri sendiri ataupun merasa hal itu terlalu tidak penting

Berbagi kepada orang lain. Kita bisa sedikit mengurangi beban mereka dengan mendengarkan. Mendengarkan apa yang mereka rasakan di saat mungkin mereka tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi tentang kehidupan mereka yang berat. Hal tersebut terlihat sangat kecil, tapi itu sangat bermakna bagi mereka yang membutuhkan. Saat dunia dan kebanyakan menjadi egois untuk diperhatikan, cobalah sejenak untuk memperhatikan orang lain. Sebenarnya, hal itu malah memberkati dirimu. Kamu dikuatkan untuk setiap apa yang boleh terjadi dalam hidup orang tersebut.

Berbagi kepada orang lain. Setelah kamu mendengarkan, kamu bisa juga untuk memberi respon yang menguatkan dan terakhir kamu bisa juga sama-sama berdoa untuk orang tersebut. Berdoa mungkin jarang dilakukan tapi apa salahnya untuk dikerjakan. Kita tidak tahu respon orang tersebut setelah kita mengajaknya berdoa bersama. Kalau dia menerima dan ketika kita berdoa bersama, dia merasa dilawat Tuhan. Puji Tuhan. Tetapi, kalau tidak mau sebenarnya juga tidak apa-apa. Kamu tetap harus bersyukur untuk hal tersebut.

Satu lagi tambah pengalaman baru untuk hari ini. Dan semoga teman-teman merasa ada sesuatu yang didapatkan. Tolong tambah comen buat yang uda baca yah. Ini aku sertakan link seniorku yang menulis note di wall fbku. Have a great evening. Gbu :)

Friday, July 11, 2014

TYS? (This Your Story?)



Well, hari ini tanggal 11 Juni 2014. Sorry banget temen-temen gue belum bisa share tentang KEPASTIAN VS KEBETULAN. Tapi gpp, ada hal lain yang mau gue share ini. Selamat membaca.

That is Your Story, This is My Story
Gue bangun pagi-pagi dan seneng banget. Awalnya, gue emang pengen bangun tapi gegara badan gue malesnya untuk bangun eh malah keterusan. Gue kira bakal bablas banget kan ternyata ngga juga. Gue lirik temen sebelah gue lagi berdoa dan baca firman. Asyik banget dia, ampe ga tau uda berapa lama. Gue bersyukur sama Tuhan. Karena Tuhan setia dalam hidup gue bagaimanapun saat dalam kehidupan gue. Mau gue rajin berdoa atau ngga. Dia setia, setia nunggu gue dantang lagi sama Dia. Banyak cara yang Dia pakai dan dengan kesabaran yang lebar banget. Akhirnya, gue sadar hampir-hampir gue hilang.
Waktu gue hampir hilang kemarin, Dia pakai salah seorang temen gue. Temen gue ini baru banget dalam hal mengenal Tuhan. Dia adalah jiwa yang baru aja di tangkep sama Tuhan. Gue kira ga bakal terlalu deket hubungan kami. Ternyata, malah makin deket. Dari hidup dia, gue belajar banyak hal yang baru maupun lama. Inget lagi kayak gue yang dulu pertama kali jatuh cinta sama Tuhan.
Beberapa hal yang gue pelajari:
dia secara ga langsung mendorong gue menikmati kasih mula-mula itu lagi,
jadi berkat untuk orang lain,
tidak takut untuk memberitakan firman Tuhan, melakukannya,
jadi orang yang menyukai firman Tuhan karena firman Tuhan itu hidup banget kalo kalian sadar,
menjadi berkat buat orang lain, dan
berjalan bersama IMAN (pastinya iman sama Tuhan Yesus).

Itu hal yang lama banget hampir ga bisa gue rasain secara tulus dari hati. Besi menajamkan besi, sesama menajamkan sesamanya. Meskipun, hal itu ngga terjadi secara langsung, itu jadi bukti bahwa gesekan itu terjadi dalam hidup kita. Cuma bagaimana kamu memandang hal itu untuk diresponi. Bisa aja kan gue malah kesal dengan dia dan bilang sok suci banget sih lu. Tapi itu ga gue lakuin, gue malah liat itu sebagai hal yang sangat positif. Membuat gue lebih bersemangat ikut Tuhan.
Banyak orang bilang ikut Tuhan ngga enak. Tapi, menurut gue pribadi ngga. Ada sukacita yang gue rasain ketika gue tinggal di dalam dan bersama Tuhan. Mungkin hal-hal sekeliling gue atau bahkan diri gue sendiri yang ngebuat semua hal itu ga kelihatan. Sekarang, gue pastiin enak banget. Keingetan, ada yang bilang sama gue kalo ikut Tuhan banyak masalah. Hehehe
Gue mau inegetin, kita ikut Tuhan ga ikut Tuhan tetap punya masalah. Bedanya, kalo lu ikut Tuhan, lu punya kekuatan itu karena lu punya Tuhan dan Tuhan itu adalah sumber kekuatan. Kalo lu menghadapi masalah sama kekuatan lu sendiri pasti lu bakal gampang nyerah, depresi, bahkan melakukan hal-hal yang ga baik.
Balik lagi, temen gue ini banyak banget kasih kesaksian, dia melewati hari dan banyak kejadian bersama Tuhan. Nah, gue sebagai teman yang baik yah mendengarkan. Dan dalam hati gue yang dalam, gue mau lagi kayak gitu. Bukan cuma menjadi pendengar kesaksian tapi juga yang melakukan kesaksian. Kesaksian gue menjalani hidup bersamaTuhan dan jadi berkat buat orang lain (biar nama Tuhan dipermuliakan pastinya).

So guys, How about your story walking with God? If it isn’t start, so you have to start it. Make your own story and tell the other that awesome story.

Thursday, July 10, 2014

The Quality Time

Hari ini tgl 08 July.. Waktu gue jalan sama dua sahabat gue. See, ternyata kami pergi selalu ga pernah direncanakan dengan baik. Soalnya, kalo direncanain kebanyakan ga pernah jadi. Ga ada yg kebetulan loh... Ketemu temen lama gitu
Kami juga baru makan kalo orang uda buka. Kayak jadi ikutan puasa.

Hari ini belajar buat toleransi dengan sesama.
Bukan cuma sekedar pengetahuan tapi bener2 dilakuin.
Menghormati saudara yg puasa.
Semangat semua. Yg khususnya puasa juga.
Tantangan boleh ada tapi jgn lemah.
Justru itulah letak kekuatan kita.
Have a great night.


Makanannya enak bgt. Seneng deh. Worth it at Batagor Ihsan with my bestfriend.



Monday, July 7, 2014

Let Find It



Halo semua, gue mau share sesuatu. Ini gue tulis waktu gue lagi di kamar sendirian tgl 2 Juli 2014. Gue lagi termenung sendiri, jadi terinspirasi buat bikin ini. Jangan lihat dari strukturnya karena gue bukan sastrawan, tapi coba deh kalian baca dan lihat lebih dalam. Kalo bisa, kalian bacanya sendirian. Hehehe

What you found?
Mata yang selalu dilayangkan padaku
Pikiran tertuju ke dalam hidupku
Tangan mendekap erat hari-hariku
Tak ada satu waktupun tanpa memikirkanku
                Memberi yang terbaik
                Bagian terburuk tak ditinggalkan sendirian
                Batu tidak diberikan untukku
                Ular tidak diulurkan bagiku
Kalut pikiranku
Terkurung dalam prasangka
Tak ada jalan bagiku
Entah ke mana angin membawaku
                Menunggu tanpa memandang putaran waktu
                Detik demi detik, hari demi hari
                Kerinduan bagai tsunami yang melanda
                Berharap dari lubuk hati yang terdalam
DIA adalah BAPAKU
Berdiri untukku
Menopang hidupku
Memberi banyak arti bagiku
                DIA melihatku
                Mengasihiku, menjagaku
                Bagai penjaga Israel yang tidak tidur terlelap
                Untuk setiap bagian nafasku
                DIA ingin aku selalu di dekat-Nya
Adakah itu sebuah kesalahan?
Adakah itu sebuah imabalan?
Adakah itu sebuah paksaan?
Adakah itu sebuah gurauan?
                Tidak, tidak pernah dipaksakan-Nya
                Tapi tidak pernah ditinggalkan-Nya
                Hanya saja, adakah ditemukan hati itu
                Hati yang percaya pada-Nya
                Hati yang mau  bergetar untuk-Nya
                Hati yang mencari arti kehadiran-Nya
Jauh di mata, dekat di hati
Dekat hampir-hampir sedekat doa
Perasaan menggoncang, tapi iman meneguhkan
Dia menunggu di tempat yang sama
Batu hati keras, harga diri memang tinggi
Tidak pernah ada yang tak diruntuhkan
Selalu diruntuhkan oleh kasih-Nya
                Buka hati, buka mata
                Buka telinga, buka pikiran
                Apakah itu sulit?
                Sesulit apakah dengan semua itu
Yang kamu perjuangkan?
Yang kamu pikirkan?
Atau yang kamu harapkan?

So guys, apa yang kalian temukan?
Berbicara tentang kasih Tuhan, hmmm aku mau bilang itu sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata hehehe (emg sayang sama pacar aja yang ga bisa dideskripsikan). Iya apa yang gue tulis ini hanya segelintir dari yang bisa gue ungkapin.  Dulu sih gue juga, ga pernah kepikiran tentang itu. Tapi, setelah gue ngerasain dan dibukakan tentang hal itu, akhirnya gue sadar.
Hmm masuk ke bagian yang agak serius dulu deh,,
Iya teman-teman, apapun yang kalian rasakan saat ini. Masalahkah, tantangan, kesenangan, itu semua memang ada dalam hidup kita. Kalian ga pernah sendirian untuk semua hal itu. Ada Tuhan sebagai Bapa kita yang selalu ada di dalam hidup kita. Seperti kata puisi di atas, hanya saja kita kurang  sadar/ tidak mau tahu tentang Dia, sekalipun Dia tahu banyak tentang kita. Dia tidak jauh kok, Dia hanya sedekat doa. Jangan coba ulur waktu, datanglah dengan penuh penyerahan. Singkirkan semua yang membuat kamu menjadi ragu untuk datang sama Dia. Dia selalu menunggu di tempat yang sama; kamar doamu, di setiap waktu; waktu doamu, dan dikesendirianmu untuk bertemu dengan-Nya; dalam doamu.
Mungkin kelihatannya aneh, tapi gue harap ini bisa memberkati kalian. Percayalah ga pernah ada yang kebetulan ketika kalian membaca blog ini. Karena gue sendiri ngerasain hidup gue bukan lagi karena suatu kesalahan atau kebetulan. So, it’s the next topik KEBETULAN vs KEPASTIAN. Jangan lupa dibaca yah. J
Oh iya, para pengunjung yang terkasih, jangan lupa untuk menyertakan komen. Saling membangun itu juga baik loh. Terimakasih atas kunjungannya. Tuhan memberkati.

The Blog's Time

Udah lama banget gue ga nulis di blog. Hehehe
Sekarang waktunya post teratur di blog. Sekalian saling berbagi pengalaman. Siapa tau kan bisa saling menginspirasi.

It begin at July, 07 2014. Di waktu pagi menjelang siang, di mana gue lagi nemenin temen gue yang lagi remed OSCE sambil menunggu waktu untuk menghadiri sidang para senior 2010 tercinta.

Waktu siang yang cerah, menuggu dalam kesabaran. Pasti ada sesuatu yang akan datang, yang ga gue pikirin hari ini. Menanti dengan penuh pengharapan bahwa ada yang akan membuatku terpukau akan hal-hal itu.

Check it out!

Thursday, June 5, 2014

Lyric "All For Love"

All for love??
Ketika pertama kali aku membaca 3 kata ini, yang terpikir olehku adalah, pastinya lagu ini berbicara tentang cinta. Cinta yang seperti apa? Sesuai dengan judulnya semuanya untuk cinta. Kita akan berpikir biasanya mengenai cinta seorang kekasih kepada pasangannya. Semisal, seorang kekasih  akan melakukan apa saja untuk membahagiakan orang yang dicintainya tersebut. Tetapi lagu ini, berbicara lebih dari pada kisah cinta tersebut.
Lagu ini mengisahkan kasih seorang Bapa yang sangat mengasihi kita. Dia memakai berbagai cara untuk membuktikan cinta-Nya. Bahkan, Dia rela memberikan Anak yang dikasihi-Nya untuk penebusan kita. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" Yohanes 3:16
Apakah kita sering berpikir? Sudah berapa banyak pelanggaran yang kita buat? Masih layakkah kita untuk dikasihi-Nya? Menurut ukuran manusia, jawabannya TIDAK. Tapi Dia adalah BAPA kita, dan baginya itu berarti IYA. Kita sangat berharga bagi-Nya. Siapapun kamu, bagaimanapun rupa-Mu. Dia masih memaafkan pelanggaran kita. Bahkan dengan darah Anak-Nya, kita ditebus. 
Seberapa banyak kita berdoa dan berseru? Dia tetap ingin dekat dengan kita. Dia mengenal kita. Dia tahu segala kebutuhan kita.
Yang kita butuhkan adalah DIA. Dia adalah yang awal dan yang akhir. Semua ada didalam Dia. Dia yang mengasihi kita lebih dari apapun. Dia yang mengaruniakan kepada kita Roh Kudus supaya kita dapat memanggilnya "ABBA BAPA"

All for love the Father gave
For only love could make a way
All for love the heavens cried
For love was crucified

Oh how many times have I broken Your heart
But still You forgive
If only I ask
And how many times have You heard me pray
Draw near to me

Everything I need is You
My beginning, my forever
Everything I need is You

Let me sing all for love
I will join the angels song
Ever holy is the Lord
King of Glory
King of all

All for a love a Saviour prayed
Abba Father have Your way
Though they know not what they do
Let the Cross draw man to You 
                                                 by: Hillsong United

Jangan pernah jauh daripada-Nya. Karena Dialah sumber kekuatan dan pengharapan kita. Dia mengasihi saudara.
Tuhan Yesus memberkati.

Saturday, December 28, 2013

Kisah Anak Yang Kehilangan Uang 10.000

Tuesday, 23 October 2012

Alkisah diceritakan ada seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp10.000. Dia begitu sedih dan menangis sejadi-jadinya
Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.
“Kenapa kamu menangis?” tanya pamannya dengan penuh kasih sayang.
“Uang saya hilang Rp10.000.” katanya sambil terisak-isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yah… paman kasih Rp10.000 buat kamu. Jangan menangis yah!” kata pamannya sambil menyerahkan selembar uang Rp10.000. Namun, sia anak tetap saja menangis. Kenapa?
“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah diganti?” tanya pamannya.
“Kalau tidak hilang… uang saya sekarang Rp 20.000.” kata anak itu dan terus menangis.
Pamannya bingung…
“Terserah kamu saja dech….”, katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
“Kenapa sayang? Koq menangis sich. Lihat mata kamu, sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah?” tanyanya sambi menyeka air mata anaknya.
“Uang saya hilang Rp10.000.” kata anaknya mengadu.
“Ooohhh. Lho itu punya uang Rp10.000? Katanya hilang?” tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp10.000
“Ini dari paman…. uang saya hilang. Kalau tidak hilang saya punya Rp20.000.” jawabnya sambil terus menangis.
“Sudahlah…. nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar. Ayah kasih kamu Rp20.000. Jangan menangis lagi yah!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp20.000.
Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“Kenapa masih menangis saja? Kan sudah diganti?”
“Kalau tidak hilang, uang saya Rp40.000.”
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala.
“Kalau gitu dikasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” sambil mengendong anaknya.

Apakah kisah ini nyata? Tidak, ini hanya rekayasa. Dalam kenyataannya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia hanya melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia yang selalu merasa kurang padahal berkat Tuhan begitu banyaknya sudah dia terima.

Jangan mencari apa yang tidak atau belum ada pada diri anda. Tapi bersyukurlah dengan apa yang ada, dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan maksimal untuk kemajuan dan kesuksesan anda.
Bersyukurlah jika Anda merasa tersindir dengan dongeng motivasi di atas, artinya Anda perlu berubah sekarang.

by. GMA

KISAH TIGA ORANG PEKERJA

Jumat, 18 Oktober 2013


Suatu kali di siang yang terik, di saat ketiganya tengah sibuk bekerja, melintaslah seorang pria tua."Apa yang sedang kau kerjakan ?", tanya orang tua itu kepada salah seorang dari antara mereka.
Pekerja bangunan yang pertama tanpa menoleh sedikit pun, menjawab orang tua itu dengan ketus.
"Hei orang tua, apakah matamu sudah terlalu rabun untuk melihat. Yang aku kerjakan di bawah terik matahari ini adalah pekerjaan seorang kuli biasa !!".
Orang tua itu pun tersenyum, lalu beralih kepada pekerja bangunan yang kedua, "Wahai pemuda, apakah gerangan yang sebenarnya kalian kerjakan ?"
Pekerja bangunan yang kedua itu pun menoleh. Wajahnya yang ramah tampak sedikit ragu. "Aku tidak tahu pasti, tetapi kata orang, kami sedang membuat sebuah rumah Pak", jawabnya lalu meneruskan pekerjaannya kembali.
Masih belum puas dengan jawaban pekerja yang kedua, orang tua itu pun menghampiri pekerja yang ketiga, lalu menanyakan hal yang sama kepadanya. Maka pekerja yang ketiga pun tersenyum lebar, lalu menghentikan pekerjaannya sejenak, lalu dengan wajah berseri-seri berkata.
"Bapak, kami sedang membuat sebuah istana indah yang luar biasa Pak ! Mungkin kini bentuknya belum jelas, bahkan diriku sendiri pun tidak tahu seperti apa gerangan bentuk istana ini ketika telah berdiri nanti. Tetapi aku yakin, ketika selesai, istana ini akan tampak sangat megah, dan semua orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Jika engkau ingin tahu apa yang kukerjakan, itulah yang aku kerjakan Pak !", jelas pemuda itu dengan berapi-api.
Mendengar jawaban pekerja bangunan yang ketiga, orang tua itu sangat terharu, rupanya orang tua ini adalah pemilik istana yang sedang dikerjakan oleh ketiga pekerja bangunan itu.
Hal yang sama rupanya berlaku pula dalam hidup ini.
Sebagian besar orang tidak pernah tahu untuk apa mereka dilahirkan ke dunia. Mungkin karena telah begitu disibukkan oleh segala bentuk "perjuangan", merasa tidak terlalu peduli dengannya. Bisa hidup saja sudah syukur.
Sebagian lagi, yang biasanya adalah tipe "pengekor" atau "me too" yaitu orang-orang yang punya pandangan yang samar-samar tentang keberadaan mereka dalam kehidupan. Sepertinya begini…kayanya begitu…kata motivator sih begono..tapi pastinya ? Don't have idea !
Namun sisanya yaitu golongan terakhir, biasanya hanya segelintir orang- menemukan "visi" atau "jati diri" mereka di dunia ini. Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya kebetulan lahir, sekedar hidup, bertahan agar tetap hidup, tua karena memang harus tua, kawin lagi jika ada kesempatan, lalu berharap mati dan masuk surga, namun adalah orang-orang yang hidup dalam arti yang sebenar-benarnya.

dilansir dari : http://saatperenungan.blogspot.com/